Sabtu, 18 August 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

DP2KUKM Gelar Rakor Kargo Udara Seko-Rampi, Ini Poin Penting yang Dihasilkan

DP2KUKM Gelar Rakor Kargo Udara Seko-Rampi, Ini Poin Penting yang Dihasilkan Rakor Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Kargo Udara di Kecamatan Seko dan Rampi, Kamis (19/7), di Ruang Rapat DP2KUKM

Masamba --- Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DP2KUKM), menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Kargo Udara di Kecamatan Seko dan Rampi, Kamis (19/7), di Ruang Rapat DP2KUKM. Rapat yang dipimpin Kepala DP2KUKM, Muslim Muhtar, ini membahas tentang Pelayanan Program Jembatan Udara Subsidi Angkutan Udara Kargo Perintis.

Rapat ini juga dihadiri pejabat dari seluruh stakeholder terkait, di antaranya Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Eka Rusli, Kepala Bandara Andi Djemma Masamba Rasidin, Kepala Bagian Hukum Sofyan Hamid, Sekretaris Dinas Peternakan Haji Muhammad, Sekretaris Bapenda Iskandar, Sekretaris DP2KUKM Mansur, Irban IV Inspektorat Achdar, dan beberapa Perangkat Daerah teknis lainnya yang turut hadir memberikan solusi dan masukan.

Kepala DP2KUKM, Muslim Muhtar, dalam arahannya mengatakan, rapat koordinasi yang ia pimpin sifatnya penting karena merupakan penjabaran dari program Pemerintah Pusat yaitu tol laut, di mana Kabupaten Luwu Utara mendapatkan mode angkutan berupa tol udara alias jembatan udara. “Kita merespon program ini dengan melakukan kegiatan kargo udara di dua  kecamatan terpencil, yakni Seko dan Rampi,” ujar Muslim.

Dalam perjalanan program ini, ungkap Muslim, beberapa masalah yang ditemukan, seperti belum terjadinya penurunan harga di dua wilayah tersebut. Padahal kehadiran tol udara dalam rangka mengurangi disparitas harga. “Tujuan kargo udara ini dikeluarkan Pemerintah Pusat dalam rangka mengurangi disparitas harga. Paling tidak, ada penurunan tingkat penjualan harga, utamanya harga sembako yang ada di daerah pegunungan,” terang Muslim.

“Kalau pun terjadi penurunan harga, itu sifatnya temporer. Ketika datang barang, hari itu saja yang turun, tapi beberapa hari kemudian naik lagi,” ungkapnya. Untuk itu, kata Muslim, diperlukan formulasi yang tepat guna mencari solusi demi kepentingan masyarakat. “Pemerintah Pusat mengeluarkan program ini kan agar masyarakat bisa merasakan pemerataan ekonomi, baik di pelosok maupun perkotaan,” tandas Muslim.

Masih kata Muslim, untuk mengantisipasi agar seluruh permasalahan yang ada tidak terjadi, maka pihaknya bersama stakeholder lainnya, terutama dari pihak Bandara sebagai pemilik otoritas penerbangan kargo, bersepakat memutuskan pengelolaan program ini pada satu manajemen saja. “Siapa yang akan mengelolanya, tentu yang bisa menekan laju harga, dan akan diputuskan nanti bersama dengan pimpinan,” jelas Muslim.

Keputusan penting lainnya adalah kargo udara nantinya akan memprioritaskan barang kebutuhan pokok seperti sembako. Sementara barang kebutuhan strategis lainnya masuk ke dalam prioritas kedua. “Kita sepakat barang kebutuhan pokok seperti sembako yang diprioritaskan. Kalau barang kebutuhan lainnya kita nomorduakan dulu. Kenapa? Karena yang paling dibutuhkan masyarakat di sana adalah memang sembako,” terang Muslim.

Sementara itu, Kepala Bandara Andi Djemma, Rasidin, memperkuat apa yang disampaikan Muslim bahwa kebutuhan pokok seperti sembako untuk sementara menjadi prioritas utama. “Mulai 9 Juli kemarin, kita tidak lagi mengirim kebutuhan pokok lain, selain sembako. Kami prioritaskan kebutuhan pokok seperti sembako. Kebutuhan lainnya prioritas kedua,” tegas  Rasidin sembari berharap dukungan dari pemerintah daerah. (LH/HMS)