Rabu, 19 September 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

Pemkab Luwu Utara Bangun Kerjasama Jejaring Inovasi Daerah dengan BPP Kemendagri

Pemkab Luwu Utara Bangun Kerjasama Jejaring Inovasi Daerah dengan BPP Kemendagri Kunjungan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani di Gedung BPP Kemendagri, Jakarta

JAKARTA -- 'Inovasi adalah candu', kalimat yang seringkali dilontarkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani di hadapan para ASN. Menurutnya, inovasi adalah cara untuk mengatasi keterbatasan.

Di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Luwu Utara, Muhammad Thahar Rum, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sudah melaksanakan banyak inovasi yang beberapa diantaranya sudah masuk dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) yang diselenggarakan oleh KemenPAN-RB.

Untuk itu, Indah berharap BPP Kemendagri bisa melibatkan Kabupaten Luwu Utara dalam program Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah) yang digagas Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP).

"Inovasi di daerah memang sangat penting, apa yang dilakukan kami di daerah bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan dan prestasi, tetapi untuk mengejar keterbatasan pembangunan di daerah khususnya dalam bidang pelayanan publik,” ucap Indah saat berkunjung ke BPP Kemendagri untuk melaksanakan penandatanganan Puja Indah bersama BPP Kemendagri, di Gedung BPP Kemendagari di Jl. Kramat Raya 132, Jakarta, Senin (9/7).

Indah yakin, Kemendagri tidak akan salah jika Luwu Utara diberikan kepercayaan untuk menjadi salah satu daerah yang diproyeksikan dalam program Puja Indah tersebut.

“Saya yakin Kemendagri tidak akan salah memilih kami, inovasi nantinya diharapkan jadi budaya kerja di lingkungan ASN di daerah kami,” tuturnya.

Sementara itu dikutip dari laman litbang.kemendagri.go.id, Kapuslitbang Pembangunan dan Keuda BPP Kemendagri Mauritz mengapresiasi Bupati Luwu Utara yang sudah datang ke BPP Kemendagri.

Menurut Mauritz, selain program Puja Indah, Luwu Utara juga cocok untuk dijadikan sampel pemetaan indeks keuangan daerah yang tengah menjadi programnya saat ini.

“Tahun ini kita tengah melaksanakan indeks pengelolaan keuangan daerah di tingkat Provinsi, adapun untuk tingkat kabupaten/kota, kita akan laksanakan tahun depan. Kami pikir, Luwu Utara cocok untuk menjadi bagian itu, karena jika dilihat dari karakteristik daerahnya cukup memenuhi,” terangnya. (Rn/Kominfo)