Rabu, 19 September 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

Menyatukan Sisi Religius dengan Sentuhan Inovasi, Pemda Luwu Utara Paling Inspiratif

Menyatukan Sisi Religius dengan Sentuhan Inovasi, Pemda Luwu Utara Paling Inspiratif  Tim Safari Ramadan Pemda Luwu Utara

Safari Ramadan sekaligus Bermalam di Desa merupakan perpaduan briliant, yang mengintegrasikan sisi religius dengan sentuhan inovasi. Adalah sebuah gerakan yang melahirkan keindahan jika keduanya di-combine secara menarik oleh orang-orang yang menginspirasi. Tak banyak yang kemudian bisa melahirkan gagasan seperti itu. Di Luwu Utara, kita bisa menemukan orang-orang yang berjiwa inovatif yang mampu menanamkan kekayaan ide yang dimilikinya.

Tak pernah terpikirkan sebelumnya jika dua kegiatan ini dilakukan secara estafet pada momentum Bulan Suci Ramadan. Baru kali ini ide tersebut muncul dan hanya Luwu Utara yang melakukannya. Ketika sang pemimpin melahirkan ide, maka jajaran di bawahnya harus mampu menerjemahkan ide tersebut menjadi sebuah gerakan yang betul-betul bergerak, tidak sekadar bermain pada tataran teori semata. Dan gayung bersambut. Ide tersebut bergerak masif di 11 desa di Luwu Utara. Betul-betul Ramadan yang indah.

Tere Liye pernah menulis seperti ini: “Batu permata terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu suhu dan tekanan tinggi dari perut bumi. Semakin tinggi suhu dan tekanan perut bumi, batu itu akan berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara.” Kutipan ini memberi gambaran bahwa jika ingin menghasilkan karya dan legacy, maka tidak ada jalan lain kecuali terus menginspirasi dan melahirkan inovasi tiada henti. Insya Allah, segala karya akan berkilau seperti intan permata.

Safari Ramadan terus bergerak dari satu desa ke desa lainnya. Mereka menyasar desa di pinggiran. Saling berbagi memberikan bantuan. Mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Membedah rumah warga miskin. Menebar senyum kepada sesama. Semua dilakukan semata-mata memberikan energi positif bahwa pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Merasakan apa yang dirasakan warga desa kala berbuka puasa, tarawih bersama, sahur bersama, hingga salat subuh berjamaah.

Inilah bentuk silaturahim yang paling indah karena terselip pesan-pesan agama dari ustadz yang dihadirkan, serta petuah bijak dari sang pemimpin. Salah seorang ustadz mengatakan, Safari Ramadan adalah sebuah ungkapan kegembiraan dari pemerintah daerah dan masyarakat itu sendiri karena pemerintah dan masyarakat bersatu dan saling bersilaturahmi tanpa ada sekat. Sekaligus sebagai manifestasi dari Surah Al Baqarah 148, fastabiqul khairat. Berlomba-lombalah dalam kebaikan.

Pemerintah tidak sekadar bersafari ramadan, tetapi juga melakukan kegiatan dialogis dalam rupa program “Semalam di Desa”. Program ini merupakan program yang tentunya berkualitas karena pemerintah dan masyarakat saling tukar informasi, berdiskusi dan mencari solusi. Dalam arti yang lain, Masyarakat Bertanya Pemerintah Menjawab. Bupati Indah Putri Indriani berkata: “Banyak aspirasi bisa kita bawa pulang, yang berarti banyak pula harapan masyarakat yang akan kita tindaklanjuti. Sangat positif, karena kita pulang tidak dengan tangan hampa.” (Lukman Hamarong)