Senin, 21 May 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

Komitmen Terapkan Smart City, LP2M Undang Bupati Lutra sebagai Pembicara Utama

Komitmen Terapkan Smart City, LP2M Undang Bupati Lutra sebagai Pembicara Utama Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat menjadi Keanote Speaker di Seminar Nasional Penerapan dan Pengambangan Smart City, Sabtu (14/4), di Gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin Makassar

Makassar --- Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, kembali mendapat undangan khusus sebagai keanote speaker atau pembicara utama di acara Seminar Nasional Penerapan dan Pengambangan Smart City, Sabtu (14/4), di Gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Seminar ini dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unhas Makassar.

“LP2M Unhas memandang Pemerintah Daerah sangat berkomitmen dalam mengimplementasikan terwujudnya smart city di Luwu Utara. Itulah kenapa ibu Bupati diundang khusus LP2M untuk menjadi keanote speaker di seminar nasional ini,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Luwu Utara, Arief R. Palallo, Sabtu (14/4) malam tadi di Makassar usai acara seminar tersebut.

Menurut Arief, Bupati dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa, peneliti, Kominfo, Bappeda, DP2KUKM dan Balitbang mengungkapkan bahwa konsep smart city di Luwu Utara tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi konsep ini sudah ada di benak Indah Putri Indriani ketika dirinya masih menjadi wakil bupati pada 2011 silam. “Jadi konsep smart city sudah beliau pikirkan sejak 2011, ketika ibu masih jadi wakil bupati. Jadi tidak langsung ujuk-ujuk ada,” ungkap mantan Kepala Kantor Pengelolaan Data Elektronik era Bupati Luthfi A. Mutty ini.  

Arief menambahkan, penerapan smart city di Luwu Utara sedikit banyak juga terinspirasi dari hasil Studi Indonesia Smart Nation Indeks pada 2016 kemarin. Di mana hasil studi ini menempatkan Luwu Utara sebagai peraih penghargaan Indonesia Smart Award 2016 kategori Kabupaten Kecil dari aspek Smart Readiness Index dan Smart Region Index yang dilaksanakan Citiasia Center for Smart Nation (CCSN), serta diperkuat dengan adanya beberapa penghargaan di bidang IT lainnya.

“Jadi, kita tidak ikut-ikutan daerah lain dalam penerapan smart city. Jauh sebelum daerah lain menerapkannya, Luwu Utara sudah siap dalam penerapan ICT pada 2011 dan diperkuat dengan adanya beberapa penghargaan di bidang IT lainnya sebelum sampai kepada penghargaan Indonesia Smart Award kategori Kabupaten Kecil pada 2016 kemarin. Pemda Lutra sudah on the right track sebelum kita resmi menerapkannya pada 2017 kemarin. Itu dasar kita dalam penerapan smart city,” tandas Arief.

Hal lain yang menjadi upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan smart city di Luwu Utara adalah dengan menambah anggaran IT serta membangun infrastruktur telekomunikasi di setiap kecamatan, termasuk di wilayah terpencil. “Ada beberapa langkah penunjang yang sudah kita lakukan, seperti peningkatan anggaran IT, dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk di wilayah terpencil,” ungkap Arief. (LH)