Rabu, 19 September 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

Rintis Pengalengan Buah, Wakil Bupati; Balitbangda Lakukan Lompatan Besar

Rintis Pengalengan Buah, Wakil Bupati; Balitbangda Lakukan Lompatan Besar Wakil Bupati Luwu Utara, Thahar Rum, saat memimpin FGD Balitbangda, Rabu (11/4), di Ruang Rapat Wakil Bupati

Masamba --- Kabupaten Luwu Utara memiliki potensi buah yang cukup besar di Sulawesi Selatan. Meski demikian, dengan potensi yang cukup besar tersebut, nilai jualnya tidak sebesar potensi yang dimiliki. Untuk mengatasi hal itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) mencoba melakukan berbagai upaya guna mendongkrak nilai jual buah-buahan di Luwu Utara, salah satunya melakukan pengalengan buah. Rupanya upaya Balitbangda ini menuai pujian dari Wakil Bupati Muhammad Thahar Rum.

Pada acara Focus Group Discussion (FGD) Kegiatan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen kerjasama Balitbangda Luwu Utara dengan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BTBA) Yogyakarta - LIPI, Rabu (11/4) kemarin, Thahar melempar pujian terhadap upaya tersebut. “Dengan adanya upaya pengalengan buah berarti Balitbangda telah melakukan lompatan besar dalam mendukung UKM yang ada di Luwu Utara,” puji Thahar saat memimpin FGD di Ruang Rapat Wakil Bupati.

Thahar Rum mengatakan, menamam komoditi tanpa didasari penelitian akan merugikan masyarakat itu sendiri. Untuk itu, kata Thahar, Balitbangda harus hadir memberikan sebuah solusi kepada masyarakat dengan berbagai pengkajian dan penelitian yang dilakukan. “Pengkajian dan penelitian sangat penting di dalam mendukung seluruh kebijakan pemerintah. Olehnya itu, Balitbangda harus memanfaatkan segala potensi yang kita miliki guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Thahar.

Sementara itu, Kepala Balitbangda, Bambang Irawan, optimis dengan adanya pengalengan buah nantinya. Sebab kata dia, pengalengan buah tanpa bahan pengawet akan bisa lebih bertahan lama. “Dengan masa simpan buah dan pangan lokal yang terbatas, maka dengan adanya pengalengan buah ini bisa bertahan lebih lama,” ucapnya. Bambang  mengungkapkan, ada beberapa produk yang telah di-prariset, di antaranya adalah rambutan, sambala kidi (SAKI), kapurung, selai durian, bajabu ikan gabus atau ikan jollo.

Semua upaya dan harapan takkan bisa terwujud tanpa adanya dukungan penuh dari lembaga legislatif yang menjadi penentu anggaran. Ketua DPRD, Machfud Yunus, yang turut hadir dalam FGD tersebut tanpa tedeng aling-aling langsung memberikan respon yang positif atas upaya Balitbangda dalam menghadirkan pengalengan buah di Luwu Utara. “Kami apresiasi dan sangat merespon pengalengan buah ini. Dukungan kami bukan cuma dukungan moril semata, tetapi juga dukungan dari segi anggaran,” tandasnya (LH)