Selasa, 19 June 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

BAZNAS Lutra : Tidak Semua PNS Wajib Bayar Zakat Profesi

BAZNAS Lutra : Tidak Semua PNS Wajib Bayar Zakat Profesi Ketua I Baznas Luwu Utara, Muhammad Idris (kanan)

Masamba,-- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, melalui Ketua I, Muhammad Idris menegaskan jika kewajiban membayar zakat profesi jadi diterapkan oleh Pemkab Luwu Utara, maka tidak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan wajib membayar zakat.

Menurutnya, penghasilan profesi yang diperoleh dalam satu tahun, jika melebihi batas nishab maka wajib dibayar zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilan.

"Untuk memudahkan zakat tersebut dapat ditunaikan setiap bulan, yang nantinya akan diperhitungkan setelah satu tahun (haul)," ungkapnya, Rabu (21/6).

Nilai nishab yang akan diterapkan yakni 20 dinar atau setara dengan 91,92 gram emas murni. Artinya bila seorang telah memiliki penghasilan diatas nilai tersebut, maka ia wajib mengeluarkan zakat profesi.

Nilai 1 gram emas menurut dia, ditetapkan senilai Rp 550.000,-, sehingga nilai nishab wajib zakat sebesar Rp 50.556.000 pertahun atau senilai Rp 4.213.000 perbulan.

"Maknanya PNS yang penghasilannya diatas Rp 4.213.000 perbulan setelah dikurangi tunjangan isteri, tunjangan anak dan tunjangan beras, akan wajib bayar zakat profesi, sebaliknya jika penghasilannya dibawah angka tersebut tidak akan wajib," jelas dia.

Muhammad idris menyebutkan, pihaknya menginginkan ada payung hukum dalam menentukan dan memungut zakat profesi, dapat berupa Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, Surat Edaran atau yang lainnya.

Meski menurut dia, kewajiban zakat ini sudah punya dasar hukum yang jelas, untuk membersihkan harta dan jiwa.

"Tapi payung hukum untuk BAZ menggalang dana dan memungut itu tetap perlu," tandasnya. (Ant/RN/KOMINFO)