Rabu, 17 October 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

Pascabencana di Sulteng, 565 Warga Mengungsi di Luwu Utara

Pascabencana di Sulteng, 565 Warga Mengungsi di Luwu Utara Kadinsos Luwu Utara, Besse Andi Pabeangi, saat menemani dua pengungsi asal Lamasi Kabupaten Luwu.

Masamba --- Sebanyak 565 warga Provinsi Sulawesi Tengah mengungsi ke Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan pascabencana gempa bumi yang memicu terjadinya gelombang tsunami dan pergerakan likuifaksi, Jumat 28 September 2018 lalu. 565 pengungsi ini sebagian besar berasal dari Palu, Sigi dan Donggala yang memang paling besar menerima dampak bencana gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter tersebut.

Berdasarkan data sementara yang dirilis Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara tertanggal 9 Oktober 2018, 565 pengungsi tersebar di beberapa wilayah kecamatan, yakni Baebunta 56 jiwa, Bonebone (19), Malangke (33), Mappedeceng (35), Masamba (98), Sabbang (101), Seko (5), Sukamaju (158), dan Tanalili (60). “Mereka sebagian besar sudah berada di rumah keluarganya masing-masing,” ungkap Kepala Dinas Sosial, Besse Andi Pabeangi, Rabu (10/10), di Masamba.

Besse mengatakan, seluruh bantuan logistik telah disalurkan sejak Rabu 3 Oktober 2018, termasuk kegiatan penanganan lainnya seperti pendirian posko kemanusiaan. “Kita juga telah melakukan kegiatan penanganan pascabencana yang melanda Palu, Sigi dan Donggala. Salah satunya, pendirian posko kemanusiaan serta pendataan dan assesmen korban bencana yang mengungsi ke Luwu Utara,” terang Besse.

Kegiatan lainnya, kata Besse, mengantar/mendampingi pengungsi yang sakit ke Rumah Sakit. Bukan itu saja, pihaknya juga memfasilitasi pengungsi yang berasal dari luar Kabupaten Luwu Utara ke tempat asalnya, serta menampung sementara pengungsi yang tidak mempunyai keluarga di Luwu Utara di Posko Kemanusiaan Dinas Sosial. “Kami juga membuat persuratan ke Camat untuk menginstruksikan Kepala Desa/Lurah agar segera menginformasikan semua pengungsi di wilayahnya,” pungkas Besse. (LH/HMS)