Rabu, 17 October 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

Bernyanyilah…. Dan Jangan Lagumu Terhenti

Bernyanyilah…. Dan Jangan Lagumu Terhenti  Bersama pengamen

Tanpa terasa, hari ini adalah hari kedelapan pascabencana gempa bumi yang meluluhlantakkan Palu, Sigi dan Donggala serta gelombang tsunami yang menyapu Palu pada 28 September 2018. Pascagempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter yang memicu terjadinya gelombang tsunami setinggi 1 - 3 meter, seluruh energi bangsa tumpah pada satu lokus bernama Sulawesi Tengah. Duka mereka adalah duka kita. Semua merasakan kepedihan, kesedihan, dan kedukaan yang mendalam. Tidak hanya bantuan dari daerah tetangga, tetapi seluruh bantuan logistik terus mengalir dari berbagai penjuru daerah.

Kalau pun ada yang belum bisa turun langsung melakukan aksi kemanusiaan di sana, setidaknya dengan memberikan bantuan ke posko-posko peduli kemanusiaaan yang tersebar di berbagai daerah, sudah cukup untuk bisa memberikan sumbangsih kepedulian sesama anak bangsa. Tapi toh kalaupun masih ada yang belum bisa memberikan bantuan berupa barang, dengan doa keselamatan pun merupakan hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk memberikan suntikan motivasi buat mereka untuk bisa kembali bangkit dari masa-masa sulit pascabencana yang maha dahsyat tersebut.

Kita ingin, bahkan sangat ingin, terjun langsung melakukan kerja kerja kemanusiaan di sana. Melakukan evakuasi terhadap korban. Mencari korban yang belum ditemukan. Memberi suntikan motivasi untuk segera bangkit dari kegelapan bencana. Merasakan apa yang mereka rasakan di situasi dan kondisi yang serba sulit. Mereka memang ingin ditemani sampai senyum kembali menghiasi wajahnya. Namun, hasrat untuk bersama mereka tidak sepenuhnya bisa dilakukan karena kemampuan manusia tidaklah sama. Namun, jangan kecewa, masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan.

Lihatlah para pengamen. Mereka tidak hanya “menjual” suara lewat nyanyian, tetapi juga berdoa lewat lagu yang mereka bawakan. Saya pun terharu melihat mereka bernyanyi dengan lirik bersenandung doa. Ya, mereka ikut berempati terhadap bencana yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala. Lagu tentang bencana, lagu tentang cinta Ilahi, lagu tentang Kemahabesaran Allah, lagu tentang bumi, air, matahari, dan semua tentang alam, mereka bawakan dengan penuh penjiwaan. Masya Allah, mereka ingat tentang Tuhan. Mereka tahu bahwa bumi ini memang akan berhenti berputar. Bernyanyilah tentang Tuhan, dan jangan lagumu terhenti. (LH, 061018)