Sabtu, 18 August 2018
  • (0473) 21001
  • Jl. Simpurusiang Masamba N0. 27

Momen 17 Agustus-an, Pedagang Kaki Lima di Malbar Ketiban Rezeki

Momen 17 Agustus-an, Pedagang Kaki Lima di Malbar Ketiban Rezeki Camat Malbar, Sulpiadi, bersama Forkopimcam, dan Kades Pao, saat ngopi di sebuah warung di Lapangan Datuk Sulaiman Desa Pao, Jumat (10/8/2018)

Malangke Barat --- Momen peringatan menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momen yang istimewa bagi para pedagang kaki lima. Kemeriahan dalam setiap kegiatan perlombaan menjadi berkah bagi mereka. Pasalnya, dagangan mereka laris manis alias laku keras bak kacang goreng, seperti yang dirasakan para pedagang kaki lima di seputaran Lapangan Datuk Sulaiman Desa Pao, Malangke Barat, Jumat (10/8), kemarin.

Sebanyak 23 warung yang berjejer di seputaran lapangan Datu Sulaiman memberi gambaran betapa antusiasme pedagang kaki lima di momen 17 Agustus-an begitu terasa. “Suasana seperti ini tentunya memberikan dampak positif bagi perekonomian di Malangke Barat,” ujar Camat Malangke Barat (Malbar), Sulpiadi, di sela-sela menikmati jajanan pedagang kaki lima bersama jajarannya dan Kepala Desa setempat.

Sulpiadi mengungkapkan, sejak 1 Agustus, di mana momen 17-an di Malbar dibuka oleh Bupati, hingga di hari ke-10, jumlah pengunjung sangat ramai. Padatnya pengunjung, kata Sulpiadi,  adalah berkah bagi para pedagang. “Suasana kegiatan yang begitu meriah dan ramai setiap harinya, mulai pagi hingga malam, tentu memberi dampak positif bagi pedagang kaki lima yang berarti juga perputaran uang di Malbar semakin terasa,” ungkap Sulpiadi.

Ia mencatat, jumlah dagangan yang laku setiap hari, jika direratakan kurang lebih Rp 600 ribu. Dengan jumlah warung 23, akan menghasilkan pendapatan yang luar biasa bagi ukuran pedagang kaki lima. “Tadi saya bincang-bincang dengan salah satu pedagang, ia katakan kepada saya, sehari bisa mendapat Rp 600 ribu. Nah, jika dikalkulasi dengan jumlah warung yang menjual selama 17 hari, maka bisa dibayangkan ratusan juta rupiah uang beredar selama 17-an yang masuk di kantong mereka,” ungkapnya.

Saat ditemui langsung, mama Putri yang menjual kopi dan pisang ijo ini mengaku bersyukur atas adanya momen 17 Agustus-an di Malangke Barat, khususnya di Desa Pao. “Alhamdulillah, terima kasih kepada pak Camat dan seluruh jajarannya yang telah memfasilitasi kami untuk mengais rezeki dan kami harap kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan ke depan karena sangat membantu kami para pedagang kecil,” pungkasnya. (LH/HMS)